Sepuluh Hal Yang Membuatku bahagia #Challenge1_Menulis

Kali  ini mencoba menuliskan hal-hal yang membuat bahagia apapun itu bentuknya. Tak perlu banyak cerita atau pun kata diantara Hal yang aku suka Dan membuat Suasana hati senang antara lain;

  1. Segelas Kopi pahit hangat 
  2. Memotret
  3. Traveling
  4. Mengajar dan melatih anak-anak
  5. Nonton Film
  6. Menulis
  7. tidur
  8.  bersama guru Dan orang tua tercinta
  9. bersama anak-anakku
  10. tafakur
Selanjutnya aku mencoba menuangkan hal-hal yang membuatku bahagia yang berurut tersebut dengan sedikit penjelasan. Tepatnya mengapa Hal itu aku pilih?

1.SEGELAS KOPI PAHIT HANGAT
   Saat tulisan ini terangkai, kopi ku tinggal sepertiga gelas lagi. Ampas kopi sudah mulai menempel di bibir ketika menyeruputnya. Namun, tak membuat malas untuk mencoba menuangkan apa yang harus aku ketikkan pada keyboard google chrome ini. Dahulu sangat gandrung akan dengan kopi manis namun kini sudah tidak lagi.
    
    Dari kopi pahit yang aku seruput mengandung pelajaran kejujuran. Ia, sang kopi. Tak pernah berdusta, menyuguhkan rasa sejatinya. semanis apapun campuran gula yang tertuang padanya, sang kopi tetap menunjukkan jati dirinya yang pahit. Begitulah kejujuran, meski awalnya pahit namun pada akhirnya manfaat dan faedah itu yang akan berhasil merebut hati.

    Aku tak perlu memilih dari Jenis mana kopi yang harus aku seruput. Apakah itu Jenis arabica atau robusta. Selama mampu ku nikmati ia tentu akan membuat hati Dan fikiran senang tentu akan berlanjut pada seruputan berikutnya.

2.MEMOTRET
    Tak perlu penjabaran luas perihal hobi yang satu ini. Jujur saja, memotret merupakan healing therapy kedua bagiku selain menulis tentunya. Istilah lainnya memotret adalah melukis dengan cahaya. Bermula saat menggunakan handphone Dan kini berlanjut dengan kamera mirroless yang ku beli second  Dari bu Rini.
    
    Perjalananku bersama "Neng Fuji" (sebutan kameraku) sudah hampir Dua tahun. Selama kurun waktu itu, banyak Hal yang kualami dalam berkarya. Terkadang terang, gelap, redup, syahdu, blur Dan segala Halnya terkait dengan itu telah ku rasakan. bahkan sedikit demi sedikit telah membentuk pribadiku kini.

    Mulai Dari Macro, potrait, street photography, hingga traveling sudah ku lakukan dengan Neng Fuji, termasuk dengan  wedding photography. Ahli pada satu Bidang memang lebih baik, namun secara kasat mata semua orang menilai, jika sudah menggunakan camera berarti ia seorang photographer. Kenyataannya tidak begitu. perlu pembahasan Luas selain disini.
    
3. TRAVELLING
    Mulai yang terdekat dengan melaksanakan giat hiking bersama anak-anak pramuka yang kubina. kemudian menjadi panitia sebuah kegiatan menambah rasa dan waktu berolahraga dalam kegembiraan. Merambat ke giat jelajah Gunung, jelajah kota Dan tentunya dengan dengan memotret untuk mengabadikannya moment sudah tercapai. meski Masih sekitar pulau jawa.

    Traveling Dan memotret sebuah perpaduan yang saling melengkapi. Pengalaman serta pemahaman atas suatu daerah Dari traveling yang dilaksanakan. serta dokumentasi yang didapatkan Dari proses tersebut terabadikan dalam memotret. moment tidak akan terulang. Tepatnya, terbungkus dalam ingatan tergambar dalam potret yang menerangkan dengan seribu bahasa.

4.Mengajar Dan Melatih Anak-anak
    Ini terdengar klasik, namun bagiku ini adalah kejujuran yang harus disampaikan. Segala dinamika mengajar Dan mendidik anak-anak yang memilih ini sebagai profesi adalah sebuah kebahagian. Meski tak bisa dipungkiri halangan dan rintangan tak bisa ditolak. Bahkan rasa getir dalam membina anak bangsa tidak dapat ditolak. Anak nakal, anak baik, anak pemalas bahkan anak siapapun itu ia tetap anak-anak yang memiliki hak untuk belajar.

    Alaminya setiap hak akan berbanding lurus dengan kewajiban. Hak anak adalah belajar, kewajibannya mengikuti Dan mentaati arahan sekolah serta guru selama tidak bersinggungan dengan hukum-hukum. Termasuk hukum agama, adat istiadat, bahkan hukum negara.

    Suka atau tidak suka, degradasi moral para siswa sudah mulai berubah dan tidak akan pernah sama dengan yang dulu. Aku perhatikan, cinta tanah air, hormat kepada orang tua Dan guru sudah tak seperti selayaknya anak yang seharusnya menuntut ilmu. Namun, biarlah kebaikan tetap harus disebarkan.

5.NONTON FILM
    Genre yang Aku  sukai saat menonton saat ini adalah, Komedi. Tidak menutup kemungkinan untuk film-film yang lain. Seperti action, drama, horror serta genre-genre yang lainnya. Dari film kita bisa belajar, sekaligus sebagai alat propaganda, serta pengaburan sejarah suatu bangsa bahkan budayanya.

    Sebelumnya boomingnya film marvel, jika film sudah selesai Maka sudah dipastikan para penonton pulang tanpa dikomandoi. Namun, marvel melakukan trobosan yang sederhana tapi efeknya luar biasa. para penonton dengan sabar menunggu credit title selesai untuk menyaksikan post scene yang akan tampil seperti apa. Sebab akan merujuk kepada film-film selanjutnya yang menjadikan suatu kesatuan cerita.

    Sebagian beranggapan bahwa menonton film mampu menunjukkan kepribadian seseoran. Jika ia senang film action, ia adalah seorang pemarah, ia senang drama ia menunjukkan bahwa hidupnya banyak kesedihan. Ia senang dengan horror berarti sedang ngaca. Berbahagialah jika ia menyenangi film komedi, menunjukkan ia adalah orang kaya. patut direnungkan.

6.MENULIS
    Giat ini menulis bagiku adalah terapi mental mencoba memahami diri sendiri melaleuca otak bawah sadarku. Selain mengabadikan peristiwa yang dialami dalam bentuk tulisan tentunya. Menulis adalah seni, dalam menyampaikan pendapat Dan sudut pandang seorang. Menulis merupakan sumbangsih peradababan manusia paling tua selain gambar tentunya. Menulis mampu menggunakan suatu kaum untuk menuju perubahan. Seperti pepatah, tajamnya pena melebihi tajamnya pedang.

    Terdengar klasik pepatah yang barusan aku sisipkan. Namun fakta sejarah membuktikan bagaimana sebuah tulisan mampu menggerakkan sebuah umat, mampu menggerakkan sebuah bangsa Dan mampu menggerakkan seorang melakukan sesuatu secara sadar.

    Tulisan yang Masih mengena hingga saat ini menurutku adalah "Tulislah apa yang akan kamu kerjakan, Dan kerjakan apa yang sudah kamu tulis. Lalu, Tulislah kembali hal yang sudah Dan belum kamu kerjakan!"

7.Tidur
    Nikmat mana lagi yang didustakan, mulai dari tidur hingga tidur kembali. Bahkan tidur itupun termasuk nikmat. Begitulah ungkapan yang sering aku dengar. Tidur merupakan sarana yang membuat badan rehat dari segala rutinitas kehidupan yang melelahkan.

    Kenikmatan tidur terasa, saat kita menyadari bahwa tidur adalah sebuah nikmat, ketika saking nikmatnya sampai tak terasa itu adalah sebuah nikmat. Agak membingungkan bukan? tak mengapa, karena ini adalah sebuah sudut pandang saja. Masih perlu perdebatan kalau tidak setuju. Namun, saat ini aku tak mau ada perdebatan.

    Dalam satu keyakinan bahwa tidurnya orang berilmu jauh lebih utama dari beribadahnya orang bodoh. Perlu kita renungkan lebih dalam tentang hal tersebut.  Namun semua menyadari bahwa tidur merupakan sebuah media untuk kita mengistirahakan fisik menuju kebugaran yang secara alamiah dan ilmiah. Tidurlah secukupnya, bekerjalah secukupnya. 
 

8.Bersama guru Dan orang tua tercinta
     Hal ini yang membuatku bahagia lebih banyak, adalah mendengarkan nasehat guru Dan orang tuaku membuat Suasana tenang Dan damai. Sejenak melupakan perihal-perihal yang membuat bising kepalaku dengan riuhnya suara-suara yang menyesaki kepalaku. Melihat raut wajahnya, mendengar tutur kata Dan petuah-petuahnya membuat hati Dan pikiran untuk selalu merenung.

    Bersama guru Dan orang tua memberikan peluang untuk selalu berbakti sebagai murid, sebagai anak Dan sebagai orang yang butuh mereka dalam mewujudkan jalan hidup yang sebelumnya hanyalah sebuah impian belaka. Ayah yang pokok derajat seorang manusia, ibu pokok dari kebahagian serta  guru adalah yang memberikan ilmunya dan syafaatnya.

    Peluang berbakti sangat berlimpah kepada orang tua Dan guru, mulai dari yang terkecil, mulai dari diri sendiri Dan dimulai dari saat ini. Mungkin itu sesuatu yang tepat untuk menggambarkan kapan Dan bagaimana suatu bakti seorang anak Dan murid kepada mereka.

9.Bersama anak-anakku
    Takkan pernah tergantikan siapapun dia, ia yang menjadi jantung hatiku. Ia yang mengalir darahku didarahnya. Mereka  adalah "Duo Malyabari", Rihaan Dan Al Mahdi. Kedua putraku. Meski aku akui saat ini jarang bertemu muka. Jarang, bertatap mata Dan Jarang berbicara barang sepatah kata sekalipun. Karena, sebuah keegoisan.

    Ah aku tak peduli apa yang akan Dunia bicarakan perihal aku. Menelantarkan anak, tak membiayainya atau apapun yang negatif padaku terhadap mereka. Semua kulakukan untuk kedua anakku. Meski ini berseberangan dengan pandangan umum. AKu tak peduli. 

    Aku memperjuangkan untuk mereka, bahkan sampai akhir hayatku. Aku tak bangga sedikit pun ia akan menjadi dokter, insinyur, atau apapun itu sekalipun. AKu hanya berharap ia mampu mengikuti ajaran Rasulullah Kholifatullah Dan Sahabatnya.

    
10.Tafakur
    Hal ini sederhana namun sulit dilakukan, saat hal ini aku tulispun badan gatal-gatal Masih hinggap dibadanku. Penyebabnya adalah kurang tafakur. Begitu guruku berujar. Benar Dan terus aku telaah. Sebab, ada ungkapan tafakur sesaat mampu mengkafarati ibadah puluhan tahun.

    Tafakur merupakan sarana berdzikir,bertasbih, bertawajjuh kepada Allah sekaligus bermunajat kepadanya. Bukan hanya pada saat sholat Lima waktu, sepertiga malam, bukan dari jam ke jam. Bukan dari menit ke menit. Melainkan dari detik ke detik.

    Tafakur memberikan manfaat yang besar kepadaku, maupun kepada orang-orang lain yang beriman. Selain menenangkan hati, menyehatkan badan, mencerdaskan pikiran Dan otak, tafakur memberikan sarana bagaimana mendekatkan diri kepada siapa yang menciptakan diri kita, dengan melalui jalur hukum syariat rosul-rosulnya.

Komentar

Postingan Populer