Rabu, 06 Januari 2010

Happy Family WIth Onthel


Sesuatu yang aku ingin kan saat ini adalah sepeda onthel yang lucu dan antik abis. Sayang aku nggak punya banyak uang untuk bisa ngebelinya. Tapi aku berharap itu bisa terwujud beberapa bulan kedepan. Kalo udah punya aku bakal bawa ke kampus. Terus aku bisa keliling-keliling desa dengan menggunakan onthel. Weiiissss seru abis deh pokonya....!!!!!

Jadi kaya Oemar Bakrie di Lagu Iwan Fals deh. Tapi gak napa-napa dink yang penting Happy gitu...
Terus kalo dah punya aku bisa olahraga bersepeda seminggu sekali. biar jaga vitalitas and tentunya bisa ngajak si Kecil Rihaan kalo dah bisa diajak plus bonceng Mamanya deh. Wah seru abis tuh...

Happy Family WIth Onthel

Selasa, 15 Desember 2009

Tanda-tanda kelahiran Anakku Menurut kitab Negarakertagama


Demikianlah pujian pujangga sebelum menggubah sejarah raja, kepada Sri Nata Rajasa Nagara, raja Wilwatikta yang sedang memegang tampuk tahta. Bagai titisan Dewa-Batara beliau menyapu duka rakyat semua. Tunduk setia segenap bumi Jawa bahkan seluruh nusantara. Pada tahun 1256 Saka, beliau lahir untuk jadi pemimpin dunia. Selama dalam kandungan di Kahuripan telah tampak tanda keluhuran. Bumi gonjang-ganjing, asap mengepul-ngepul, hujan abu, guruh halilintar menyambar-nyambar. Gunung Kelud gemuruh membunuh durjana, penjahat musnah dari negara. Itulah tanda bahwa Sanghyang Siwa sedang menjelma bagai raja besar.


Teks diatas adalah terjemahan Kitab Negarakertagama, yang sebelumnya aku baca (pinjem sih awalnya). Entahlah secara kebetulan aku membaca bagian yang tersebut diatas. Tanda-tandanya hampir mirip dengan kelahiran anakku. Mungkinkah ia akan menjadi seseorang pemimpin yang terlukiskan seperti teks diatas. Harapanku semoga ia Menjadi Anak Sholeh saja turut pada orang tua, taat pada agama dan peduli dengan sesama.Tak lupa ia bisa mengenal dirinya sendiri.


Ternyata betul juga omongan orang tua dulu. Kalo anak dilahirkan tepat pada saat bencana alam maka ia akan menjadi orang yang lain dari yang lain. Seperti saat-saat aku bersamanya selalu saja ada perubahan-perubahan yang selalu berubah-ubah dari waktu ke waktu. Aku harap ia menjadi orang yang berkepribadian dan berperilaku positif saja (Intinya jadi anak sholeh, soalnya aku ngerasa bukan orang sholeh sih, he...). Harapanku itu saja.


With Love U My Son,



Rabu, 09 Desember 2009

HIDUP SEPERTI KOTAK RUBIK(Renungan sekedarnya saja.)


Mungkin ini terdengar atau terasa naif. Hidup itu bagai sebuah kotak Rubiks!. Mengapa? Sebab seperti halnya ia jika satu sisi yang ingin digerakkan maka sisi yang lainnya akan itu terpengaruh. Seperti itulah layaknya kehidupan.

Satu demi satu manusia ditentukan oleh sebuah pilihan. Apa yang ia pilih itulah yang akan ia peroleh meski sekedar imajinasi atau entah apalah itu. Hmmm....begitu kompleks bukan. Aku pernah sharing sama Mang Pian (seorang santri) di kobong. Manusia itu adalah apa yang dia fikirkan, ucapkan, rasakan dan alami itulah Jatidirinya. Aih, berfilsafat deh. Tapi gak ada salahnya untuk berfilsafat, bukankah kehidupan tidak akan pernah lepas dari sebuah filsafat, apapun itu bentuknya.

Ternyata, kehidupan itu seperti judul diatas maka sekali kita memilih untuk mendapatkan apa yang akan kita inginkan maka yang lainnya akan ikut berpengaruh. Internal maupun eksternal. Siapkah diri manusia untuk menghadapi tentang sebuah perubahan yang dilakukannya.

Ada sebuah rumusan matematik (bukan Makin Tekun Makin Tidak Karuan , yah!!) dalam kehidupan manusia yakni;
  1. 1+1 = 2 ini berlaku waktu jaman kerajaan-kerajaan atau sejarah yang sudah tertulis dulu. seperti peperangan, Kalau ia berhutang, bersalah atau entah apalah, maka orang yang merasakan akan membalas seperti apa yang ia telah terima.
  2. E=m.c2 ini berlaku pada jaman era industrialisasi dimana banyak sekali orang yang mampu membuat sejarah. "E" sama dengan energi adalah sebuah kuasa manusia seberapa banyak yang ia mampu kerjakan, "m" sama dengan massa artinya seberapa banyak orang yang ingin mengikuti apa yang ingin dia perbuat. Sedangk c adalah sejauh mana ia memiliki ilmu dibidangnya (C adalah idiom dari cahaya atau ilmu yang menerangi) sedangkan kuadrat 2 adalah level kemampuannya yang ia miliki.
  3. 1+1=1000...dst, adalah sebuah jaman dimana seseorang mampu menguasai dunia yang hanya berbekal 1 orang saja. apalagi di tambah 1 orang lagi untuk kepentingan yang ia tuju begitu seterusnya.
Bukankah dunia sudah diujung jari kali ini. Tinggal klik semuanya terpampang dengan mudah didepan monitor (internet loh) Mungkin itu pula yang mengilhami tulisan yang kini aku buat. semoga saja bermanfaat jika ada yang tidak mengerti, sorry banget.


Sukabakti-Curug (Warnet Bu Nurvadiah)
With Renungan sekedarnya saja.




Bang Opik