Aku tak melarang tidak pula memerintahkan untuk melakukan atau tidak kepada mamahnya dalam masa nyanda. Karena alasanku, adalah dimana pun berada junjunglah hal-hal yang bersifat daerah masing-masing. Jelasnya, harus bijak dalam berfikir. Harus tegas dalam bertindak. Tentunya harus dengan ilmu yang bermanfaat untuk mengiringinya.
Almahdi genap sebulan kini usianya, beberapa saat sebelum mengetikkan hal ini aku dan mamahnya mengantarkan ke Bidan. Karena, kondisi badannya sedang kurang fit. Tepatnya, pilek. Hal ini karena Noval sepupunya berinteraksi sambil mencium di tambah ia sedang flu. Otomatis Bu Bidan menyarankan untuk minum obat. Sebagian Almahdi minum, sisanya mamahnya yang minum.
Ada kejadian menggelikan saat Almahdi berobat. Bu Bidan sempat syok karena berat badannya turun drastis. Tapi ternyata penyebabnya adalah posisi timbangan bayinya tidak sesuai karena miring. Ada-ada saja. Alhamdulillah, kini tinggal proses penyembuhan.
Jika saja kondisi Almahdi sehat, tentu saja Bu Bidan memberikan imunisasi. Namun, waktunya ia undur Minggu depan karena melihat kondisinya. Tak apa, yang penting kini semuanya sehat. Selain itu pula, kakaknya Rihaan aku terapi dengan metode Guasha atau biasa disebut kerokan. Bedanya, kerokan menggunakan koin. Sedangkan Guasha menggunakan tanduk kerbau.
Rihaan sakit karena terlalu banyak mengkonsumsi Mie Instan. Sudah beberapa hari ia konsumsi Mie Instan yang sebelumnya telah aku peringatkan untuk tidak terlalu sering memakannya. Namun, tetap saja membatu. Sesuai prediksi ku akhirnya ia sakit. Alhamdulillah, setelah terapi Guasha ia pulih.
Selanjutnya, aku melakukan trik psikologi yakni memerintah sekaligus melarang. Ujarku "Besok makan mie instan lagi yang banyak, biar sakit yah!" Semoga saja, ia paham maksud dari yang telah aku utarakan. Harapan aku tak muluk-muluk, semoga semua anggota keluarga ku sehat wal afiat, berkah selamat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar